Sabtu, 03 April 2010
Perjalanan mencari kebenaran
- Rubi the sword fog
- Fauzi the fat fly
- Renold the strong hand
Nama ku Rubi (sebelum di nobatkan sebagai the sword fog), aku menjalani kehidupan layaknya manusia biasa yang pintar (menurut ku). Sampai suatu hari aku sedang berjalan2 nggak jelas di dekat paret, ku lihat segerombolan lemak bertaburan di tubuh seseorang, dia berlari kearah ku, karena orang itu mencurigakan mukanya aku pukul dengan tangan sampe’ bengkak (emang udah bengkak).
“loh..?? rupanya kau ji’ ngapain kau berlari kearah ku layaknya lelaki tidak sejati” omongku setelah menumbuk mukanya, “dasar odong, kau ga’ liat nih aku bawa Koran” jawab si uji’ alias fauzi, “Ngapain kau bawa2 koran cabul itu (Posmetro)..??” tanya ku, “baca nich, si renold di kejar2 ama organisasi The Mysterious Carry of Sichibukae (TMCS)” jawab uji’, “kanapa dia dikejar2..??” tanya ku, “dia nginjek anak ayamnya munalroji Kuma (pemimpin TMCS), “trus apa yang harus kita lakukan…?? ”tanya ku, “tidur dirumah sambil ngupil….!!” Jawab si uji’, “ji’(sambil megang bahuNya) kau belum pernah di tumbuk di leher yach (di muka udah pernah jd dileher pertanyaannya)..?? SERIUS LAAHHH….!!!!!!!” Teriakku, “Oke2, gini aja kita Bantu dengan doa…” jawab si uji’, “Oke” jawab ku setuju….
Setelah selesai itu, kami tiba di hutan, LOH..!!!, secara tiba2 kami berada di hutan tanpa alasan si pembuat cerita. Kami melewati banyak pohon dan dan hewan2 ganas seperti jangkrik, belalang, dan sejenisNya… tak sadar aku menginjak suatu kepala manusia tanpa tubuh di bawahNya, “WOI…!! Kw ga’ liat nich ada kepala..??” marah kepala. “ GYAAA..!!!! JIIIIN..!!” teriak kami bagai lelaki tidak sejati. “ aku bukan JIN b**** (bodoh), aku lagi memutihkan badan di dalam pasir, tubuh ku berada di dalam tanah sekarang (sambil berusaha keluar dari tanah), apa yang anak muda ga’ jelas lakukan di tengah hutan gini..???” tanya si bukan jin, “ Entahlah si penulis menginginkan kami berada disini tanpa alasan yang jelas” jawab kami, “Penulis yang aneh, aku tahu apa yang teman kalain derita saat ini, kalan pasti sedang berduka dengan di kejar2nya si renold, ya khan..???” jelas si bukan jin, “LOH..?? kok kau tau..??” tanya kami heran, “Baca koran posmetro, hehe” jawab si bukan jin, “trus bagaimana kau tau Renold teman kami..??” tanya ku, “ karena aku ganteng (ga’ Nyambung), alah ga’ penting tuh pertanyaan, aku tahu sekarang kalian membutuhkan kekuatan, khan..??” Tanya si bukan jin, “betul sekali kami sangat membutuhkan kekuatan bagaimana kami bisa mendapatkannya..??” tanya Uji’, “aku bisa memberikan kalian ber-2 kekuatan, tapi dengan syarat” jelas si bukan jin, “apa..???” Tanya kami serempak, “1. kalian dilarang ngupil waktu mw tidur, 2. kalian jangan mengatakan pada orang lain syapa yg telah memberikan kekuatan pada kalian, nanti orang lain minta’ kekuatan sama aku, 3. kalian harus memberikan kekuatan ke-3 kepada renold..!!” syarat si bukan jin, “Baiklah kami siap..!!” tegas ku, “Tutup mata kalian ber-2” jelas si bukan jin, Lalu kami menutup mata, tiba2!!, sebuah cahaya menembus mata kami yang sedang tertutup, saking silau nya kami telanjang tertidur…
Dalam waktu yang lama akhirnya aku membuka mata, kami ternyata sudah berada di sebuah rumah kayu yang agak sempit, dan ada si bukan jin berada di dapur, si uji’ masih belum sadar juga. Si bukan jin menghampiri kami sambil membawa mangkok berisi bubur hijau yang tampak menjijikkan. “proses pencampuran kekuatan akan berlangsung selama lebih dari 4 jam, kalian baru menjalaniNya selama 5 jam jd tunggu sebentar lagi yach” omong si bukan jin, “mas..!! mas pernah di tumbuk di muka karena ga’ bisa ngitung ga’..??, KHAN CUMA 4 JAM TAPI KAMI SUDAH TIDUR SELAMA 5 JAM B**** (bodoh)...!!!” teriakku membangunkan uji, “OH iya..!!” linglung si bukan jin, “ada apa sich lip (lip = Alif, nama lain dari Rubi) kw triak2..??” Tanya uji’, “alah udah deh, ga’ usah ribut, sekarang aku mau kasih tahu kekuatan kalian masing2, Rubi (tiba2 saja dia tahu nama ku) kamu memiliki kekuatan menggunakan pedang dengan baik dan memiliki tubuh yang ga’ mungkin musnah oleh apa pun, karena sekarang tubuhmu seperti gas bila diinginkan, Fauzi kamu memiliki kekuatan melawan gravitasi bumi, jadi kamu bisa terbang kemana pun kau inginkan, kau juga bisa mengendalikan gravitasi di sekitarmu, tapi kamu tidak boleh memaksakan kekuatan ini, kamu akan letih yang tak tertahankan jika memaksakannya. dan temanmu….siapa nama si cabul yang masuk posmetro itu..??” Tanya si bukan jin, “Renold..??” jawab si Uji`, “Yaa, Itu dia..!! (terdengar sorak sorai BONEK dari kejauhan), aku juga ingin memberikan kekuatan khusus padanya..!”, jelas si bukan jin. “Apa yang akan kau berikan…? Dan sebenarnya kau ini siapa, tiba2 saja memberikan kekuatan pada kami…!!??” tanyaku, “Akupun tidak tau aku siapa, hanya penulis yang mengetahuinya, aku pun sebenarnya sedang mencari jati diri sebenarnya, knp penulis harus menciptakan aku terinjak olehmu, makhluk ga’ jelas di hutan, KALIan..!! (marah tiba2), maaf saya jadi curhat… kembali ke renold, aku akan memberikan kekuatan tangan baja dan sangat kuat bila meninju sesuatu”. Curhat si bukan jin, “AAA (ternganga’ beberapa saat mendengar curhat si bukan jin), trus apa kelemahan dari kekuatan kami…??” Tanya Uji’, “seiring dengan perjalanan kalian nanti, kalian akan menemukan kelemahan kalian tersendiri.” Jawab si bukan jin.
Setelah lama kami berbincang2 kami mendengar suara aneh ga’ jelas di luar. “Koran-koran berita hangat-hangat TMCS menagkap seseorang, Koran-koran berita hangat-hangat”, teriak orang aneh di luar rumah, “mungkin itu renold yang ketangkap, gimana nich…??” panik Uji’, “kalian sudah siap untuk menggunakan kekuatan kalian, kalian bisa mulai kapan saja kalian mau”. Tegas si bukan jin, “kami siap kapan saja, o iya ada yang lupa , gimana cara kami memberikan kekuatan pada renold…???”, Tanya ku, “kalian tinggal memasukkan pil ini ke dalam mulut Renold dan biarkan dia pingsan selama 6 jam…!!” jelas si bukan jin “Loh kok 6 jam kami Cuma 4 jam…!!!” Tanya kami heran, “karena nama ‘Renold’ agak sedikit cabul jd pil agak susah beradaptasi dengan hal tersebut (penjelasan yang tidak wajar dan ga’ masuk akal)” jelas si bukan jin, “-_- (muka Uji), baiklah kami siap, terima kasih atas bantuan mu bukan jin, kami pamit dulu”. Semangat kami. Kami pun akhirnya pulang untuk bersiap2 pergi menyelamatkan Renold.
Di markas TMCS. “beritahu dimana teman2 mu” Tanya seseorang kepada Renold, “mHmmh (ga’ bisa ngomong mulut di sumpel kaos kaki)” jawab Renold, “beritahu dimana teman2 mu (mulai marah dan mual)” Tanyanya lagi, “mHmmh (suaraNya mengeras)” jawab Renold lagi, “bos dia tidak mau mengatakannya”, jelas orang tadi pada kepala penangkapan tahanan Muk okor Mihawk, “buang dia ke laut penjara bawah laut” jelas Muk okor Mihawk.
Akhirnya perjalanan akan di mulai, aku mencari kostum yang cocok untuk ku pakai bertarung, tiba2 saja ada segerombolan lemak jahat yang menempel di tubuh seseorang menabrak pintu rumah ku hingga hancur, karena kaget muka makhluk itu ku pukul pakai lemari (so’ kuat) sampe’ badannya bengkak (emang udah bengkak), “Loh…!!! rupanya kw ji’ ngapaen kau hancurin pintu rumah aku, dan masuk layaknya buntelan kentut begitu…???, tanyaku pada uji’, “sebenarnya aku bermaksud ngerem pas di depan rumah mu, eh ga’ bisa jadi nabrak deh… hehe..” jawab uji nyengir, “emang kau ngapaen tadi kok bisa nabrak gitu…???” Tanya ku heran, “tadi aku coba terbang rendah, eh malah ga’ bisa ngerem, ternyata enak lo terbang ga’ usah pake’ kaki…” jelasa si Uji’, “ya iya lah d****(dongo), ayo kita berangkat nanti si renol mati pula nahan berak…(ga’ nyambung), omong ku, “ayo’ lah kalo’ begitu” jawab uji’. Perjalanan kami mulai dari rumah ku, dan ingin menuju ke markas TMCS, karena kami belum mengetahui jalan menuju markas TMCS kami berniat mencari uang anak buah atau sejenis anak buah dari Munalroji Kuma yang berkeliaran.
Dalam perjalanan tiba2 ku terfikir sesuatu “tungu dulu ji’, kata si bukan jin kekuatan ku bisa menggunakan pedang dengan baik, gimana aku bisa pakai pedang kalau ga’ ada pedang…???” “iya ya..” jawab uji’ bingung, tiba2 ada suatu cahaya yang menyilaukan mata di atas kepala ku dan uji’, dan jatuh pas di depan muka’ ku, “hah apa ini…???” Tanya ku heran, setelah lama memandangi sesuatu yang jatuh dari langit itu akhirnya “Wow, ini pedang… kenapa jatuh dari langit…??” Tanya ku heran “mungkin itu pemberian dari si penulis untuk mu, dasar penulis tidak berguna kalau pedang itu jatuhnya di kepala si Alif gimana…??” sewot si Uji kepada penulis, “udah lah ji’ sekarang aku dah punya pedang, ayo kita lanjutkan perjalanan kita…!!!” omong ku semangat, “oke lah kalo’ begitu” jawab uji semangat pula…
Selama perjalanan yang panjang dan memakan waktu 30 menit, kami belum menemukan orang yang berhubungan langsung dengan TMCS, sampai tiba2 aku melihat seseorang dengan tubuh agak otot sedikit bercelana hitam dan di punggungnya ada gambar tapak beruang (tapak beruang adalah lambang dari TMCN), yang sedang berjalan2 ga’ jelas dekat paret, “woi ji’ berenti sebentar, kau liat orang yang di pinggir paret itu, kayaknya dia itu anak buah dari Munlroji kuma deh, soalnya di punggungnya ada lambang tapak beruang…!!” jelas ku pada uji’ “iya yach, trus apa yang harus kita lakukan…??” Tanya uji, “tangkap dia…!!!” jelas ku bersemangat. Tanpa basa-basi dan tanpa si orang celana hitam sadari dia sudah berada di ruangan gelap, dengan mulut di sumpel kolor Renold yang ketemu di jalan. “beritahu nama ibumu…!! eh salah… beritahu dimana markas kalian…???” Tanya uji’, “mHmmh” jawab anggota TMNC, “beritahu nama ibumu..!! eh salah lagi, beritahu dimana markas kalian” Tanya uji’ lagi, “mHmmh (suaranya mulai memelas)” jawab anggota TMCS, “lip dia tidak mau mengatakannya…!!” kata si Uji’, “buang dia ke laut” kata ku, “baiklah” jelas uji, “TIIDDAAAAKKK” suara hati si anggota TMCS.
Setelah membuang anak buah dari Munalroji kuma ke laut, kami berfikir keras memikirkan bagaimana caranya kami mengetahui tempat persembunyian atau markas dari TMCS. Tanpa kami sadari ternyata kartu identitas pengenal anggota TMCS terjatuh di dekat pantai tempat kami membuang anak buah Munalroji. “woi ji’, apa ini..??” Tanya ku heran, “entahlah coba kita liat” jawab uji’, akhirnya kami pun mengambil kartu tersebut “ini kartu pengenal dari orang yang kita buang tadi, ada lokasi markasnya ga’ ya..??” kata uji’, “tuh baca ‘lokasi: tengah laut timur deket kerajaan poseidon (loh..?) ada pertigaan ambil kiri (sejak kapan di laut ada pertigaan…??), itu dia ji’ disana” jelas ku, “oke2 tapi gimana cara kita kesana, kalau aku mungkin bisa terbang tapi kau gimana…??” kata uji’, “kau kan bisa angkat aku, hehe (nyengir ga’ jelas)…!!” kata ku, “kau belum pernah di tumbuk orang gendut ya..?? KAU BERAT AKU GA’ BISA ANGKAT….!!!” Teriak uji’ ga’ jelas, tanpa kami sadari tiba2 saja muncul segerombolan carry misterius yang mengapung di air layaknya boot dengan cat air brush berlambang tapak beruang, di dalamnya terdapat seorang berbadan besar, dan beberapa orang2 tidak jelas di belakangnya. “huh, apa itu tumpangan…??” Tanya uji’, “kayaknya bukan deh, itu kan lambang tapak beruang berarti itu kelompok TMCS” jelas ku. Akhirnya carry misterius itu berlabuh, dan seorang dengan kumis tebal dan berbadan besar turun dan menghampiri kami, “apa kalian yang membuang anak buahku ini…?? (sambil menunjukkan seorang yang di sumpel kolor)” Tanya orang berbadan besar, “iya memang kami yang membuang orang itu, memangnya kau siapa…??” Tanya ku balik, “aku ketua dari TMCS Munalroji kuma, siapa kalian orang yang berani dan lancang pada clan kami…??” jelas Munalroji, “kami teman dari pada teman dari pada orang yang bernama dari pada Renold, kau yang menangkapnya kan , kami tak akan memberimu ampunan” kata uji’, “hoho, tidak secepat itu kau bisa mengalahkan ku” jelas munalroji. Dengan cepat Munalroji menyulurkan tangannya kedepan, tiba2 saja keluar cahaya kuning menyilaukan (yang jelas bukan taik) dari tangannya, dan BOOMMM…. Sebuah cahaya bagaikan ledakan menghentak kami hingga terpental jauh dari pantai, “aduh, apa itu tadi..??” Tanya uji’, “aku rasa itu kekuatannya” jawab ku, “ayo kita serang balik” jelas uji, tanpa kami sadari Munalroji kuma sudah tidak ada ditempat dan pergi menggunakan carry, namun banyak anak buahnya yang menantikan kami, mereka mengarahkan senjata kearah kami, Uji bersigap dan langsung terbang tinggi ke atas, aku hanya bisa berdiam diri dan berdoa agar aku selamat dari serangan mereka, sambil menutup mata, suara MP7 mereka mulai meledak, dan Wusshh… peluru itu tidak mengenaiku sama sekali, entah mereka yang bodoh atau…?? Ternyata kekuatan ku berfungsi, peluru tembus dari badanku layaknya asap di tembus peluru, “ini lah saat nya ku membalas” semangatku membara, aku lari secepat angin kearah mereka, ku mulai mencoba kekuatan baruku, dan…. Sring (suara pedang) sring, wush, aku mengalahkan 4 orang dalam sekali tebas “wow ini hebat, woi ji’ kau dimana…??” teriakku, tanpa ku sadari dari tadi si uji’ sudah berada di atas pohon, “kita butuh strategi, kau hentikan tubuh mereka dengan kekuatanmu, lalu aku yang akan menebasnya” kata ku, “baiklah” jawab uji’. uji’ mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menghentikan geraknya mereka, lalu wush.., jarak 12 meter deretan dan rentetan anggota TMCS rubuh terkena tebasanku. Kami bertarung habis-habisan.
Namun jumlah mereka terlalu banyak, kecapean mulai melanda kami, “Lip, mereka terlalu banyak, kita mundur aja” kata uji’, “baiklah” jawabku, kamu berusaha mundur kebelakan menjauhi pantai, namun ternyata kami sudah di kepung oleh kawanan clan TMCS, ini saat yang paling ku benci saat kecapean mulai melanda kami dan disaat tubuh ku tidak bisa menjadi seperti kabut lagi, dan uji’ yang tidak bisa pergi terbang karena kecapean dan kami hanya bisa berdoa mengharapkan ridho dari yang maha kuasa, berdoa mulai…(loh), semua mata anggota TMCS memandang kami, mereka menjulurkan semua MP7, AK47, dan semua senjata lain yang ada di Point Blank (loh kok PB).
“Ji’ mungkin ini akhir dari pada The Sword Fog dan The fat fly aku minta maaf kalau aku banyak salah” kataku, “ya Lip, aku juga minta maaf, sebenarnya aku yang makan ayam mu waktu kita mabit dulu, aku minta maaf yach” kata Uji’, “APA…?? Kw yang ambil, sial kau ji’, sini kau biar aku….(marah) oh yaya aku maafin kau, tapi kalau kita berakhir disini, siapa yang akan meyelamatkan Renold…??” kataku, “iya yach, mungkin ini bukan saatnya untuk menyerah dan putus kaki asa, kita harus bangkit dari semua ini” semangat Uji’, “iya itu benar, kami tidak akan menyerah dari kalian, MENGERTI…!!!” semangat ku bangkit, “TEMMBAAK……..” suara seseorang dari anggota TMCS, “TIIDDAAAAKKKKK……” teriak kami bagai lelaki sangat tidak sejati. Detik2 dimana jari mereka mulai menyentuh ujung pedal senapan (maksudnya tombol untuk keluarin peluru itu loh), tiba2 saja suara tembakan meledak dari sisi lain pantai, mengeluarkan peluru dan mengenai seorang dari anggota TMCS, semua mata pergi kearah tembakan, 1 2 3 4 5 orang jatuh terkapar, “Apa itu ji’…??” Tanyaku, “Entahlah tapi sepertinya dia di pihak kita…!!” jawab uji’, “Itu di atas pohon, TEMMBAAK…!!” teriak seorang anggota TMCS, semua senjata anggota TMCS mengarah pada satu titik yaitu di atas pohon, namun itu bukan lah manusia, siapakah dia...?? jin, atau setan, atau manusia yang manjat di pohon tapi bukan jin dan bukan manusia, silahkan cari sendiri di google (LOh…!!), itu adalah sebuah kain yang dibuat seperti manusia bila di lihat dari jarak jauh. Dalam keadaan seperti ini tiba2 ada orang di balik perumahan penduduk yang menyuruh kami untuk pergi kearahnya, kami mengikuti perintahnya dan pergi ke sana , disana terdapat orang dengan janggut tebal dan kumis hampa (alias tanpa kumis), “cepat pergi ke mobil, kami akan membereskan mereka semua…!!” kata orang jenggot tebal, “baiklah” jawab kami, kami hanya menuruti perintahnya karena kami pikir mereka adalah kawan kami, disaat kami menuju ke mobil, dengan serempak banyak orang keluar dari mobil dan membawa senjata MP7, AK47, K2, K1, amok kuriri (sumpah ni senjata gak penting banget buat perang), dan granat. Mereka berlari kearah anggota TMCS. Tiba2 saja keseimbangan ku mulai menurun dan aku jatuh cinta pingsan.
Selama berjam-jam akirnya aku terbangun juga, aku tertidur di tempat yang bagus layaknya rumahsakit, ada medis yang merawatku juga. “mbak, ini dimana yach…??” tanyaku pada perawat, “ini di markas free rebels yang tersembunyi” jawab perawat, “apa jadi free rebels betul2 ada…??” Tanya ku, “ya iya lah, kamu pikir siapa orang yang menyelamatkan kalian waktu di pantai…!!” jawab perawat, “oke2 aku mengerti sekarang, btw sudah berapa lama aku tertidur…??” tanyaku, “6 jam” jawab perawat, “baiklah terima kasih atas perawatannya tapi aku dan Uji’ harus pergi menyelamatkan teman kami Renold, o.. iya mana si uji’…??” kataku, “oh si Uji itu, dia ada bersama ketua kami, ketua dari free rebels” jawab perawat, “siapa ketua kalian…??” tanyaku, “dia adalah orang penembak jitu terhebat masa kini namanya adalah Sirlocham ditichian martatilaar” jawab perawat, “panjang amat namanya, antar aku padanya” kataku, “baiklah” kata perawat. Perawat menyuruhku mengikutinya, dalam perjalanan ku melihat banyak orang menembak dengan senjata kearah posisi sasaran, “ini merupakan tempat latihan untuk para pemula level 1” kata perawat. Kami masuk ke sebuah lorong dan jalan yang panjang menjulang, di dalam lorong terdengar juga suara orang menembak dengan senjata, “disini adalah pelatihan tingkat akhir level 6, bagi orang yang sudah lulus dari level 6 dia bisa ikut bertarung” kata perawat, “disini adalah tempat akhir, kalau begitu dimana ketua kalian…??” Tanya ku, “sebentar lagi juga nyampe’ kok, sabar aja napa sich, ribut amat, ngajak kelahi lho yach” kataku “oh sorry2 ga’ kok, aku ga’ ngajak kelahi, hehe..” kataku. Kami menaiki tangga dan melewati jangkrik mati (enggak penting), di ujung tangga terlihat ruangan yang luas bagaikan lapangan bola, “kita sudah sampai, temanmu ada disana bersama ketua kami, baiklah aku pergi dulu yach…” kata perawat, “oke terima kasih ya..!!” kataku. Aku menuju ke ujung tangga dan melihat uji sedang berbincang bincang dengan seseorang, “woi Lip, gimana keadaan mu sekarang…??” Tanya Uji’, “udah baik kok, btw siapa orang itu ji’…??” Tanya ku, “ohh, ini ketua dari pada free rebels Sirlocham, dia akan mengajarkan kita tentang kekuatan yang kita miliki, hebat kan …” kata Uji’, “mengajari…?? Tau apa dia tentang kekuatan kita…??” kataku. “kita liat aja nanti...” kata uji’, aku menghampiri Sirlocham, dia merupakan orang yang bermuka agak aneh, bermuka lebe, dan tidak ada bulu sama sekali yang bertaburan di kakinya, tidak memiliki kumis dan jenggot, dan dia tidak cocok di panggil ketua. “oh, akhirnya datang juga jagoan kita, bagaimana pendapatmu dengan tempat ini…??” Tanya Sirlocham, “tempat ini bagus sich, tapu kurang bagus untuk telinga, dimana2 bunyi senjata…” jawabku, “tapi di sini heningkan…” kata Sirlocham, “iya yach, kok aku ga’ nyadar sich, btw apa itu organisasi free rebels…??” tanyaku, “free rebels adalah anggota atau clan yang menentang aturan pemerintahan yang mengajukan bahwa semua anak laki2 yang sudah berumur 16 tahun, adalah milik pemerintah” jawab Sirlocham, “sejak kapan undang2 itu ada, dan untuk apa anak 16 thn bagi mereka…??” tanyaku, “undang2 itu di buat sejak setelah pemerintah kita mendapatkan kekalahan mutlak melawan Negara lain, dan anak 16 thn akan di latih untuk diikut sertakan dalam peperangan melawan musuh” jawab Sirlocham, “lalu apa hubungan kalian dengan anggota TMCS…??” tanyaku, “TMCS merupakan utusan dari pemerintah yang di tugaskan untuk membantai free rebels” jawab Sirlocham, “lalu apa yang kamu ketahui tentang kekuatan aku dan Uji’…??” tanyaku lagi, “aku cukup tau tentang kekuatan kalian, karena aku juga memiliki kekuatan” jawab Sirlocham, “kekuatan…?? Kekuatan apa yang kau miliki…??” Tanyaku. Tiba2 saja tangan Sirlocham mengeluarkan api yang menyatu dengan tubuhnya, dia menunjukkan keahlian yang dia miliki. “wow… hebat… dari mana kamu mendapatkan kekuatan itu…??” Tanyaku, “ketika aku berjalan2 ga’ jelas di hutan dan melewati hewan2 yang cukup jinak seperti anjing kepala-3, hydra, kraken, dan medusa (loh..??), lalau saat perjalanan, aku menginjak sebuah kepala ga’ jelas tanpa tubuh, aku kira itu jin ternyata dia bukan ji, lalu dia memberikan kekuatan pada ku tanpa alas an yang jelas” jawab Sirlocham, “Loh…?? Kok cerita nya sama sich, alah terserah penulis lah dia mau nulis apa, btw apa yang akan kau ajarkan pada kami tentang kekuatan kami…??” Tanyaku, “setiap kekuatan yang kalian miliki memili level tersendiri, kau dan Uji’ masih berada pada level rendah, yaitu level 2, aku akan mengajarkan kalian sehingga kalian bisa menjadi lebih kuat” kata Sirlocham
Label:
khayalan manusia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




7 komentar:
suka kaliii aku.
gyahaha...... (ketawa penuh sinis)
gila.
siapa yg gila
hahaha... ke panjangan broo..
but i like it!
sinting gt fantasinya... wokwok...
huhuhu...
luuuccu bnget..
habis baca langsung pengen pipis..
hahahaha
Posting Komentar